Jikadi area tersebut ada banyak hewan ternak, orang, atau tanaman yang penting, yang paling cocok adalah jebakan fisik nontoksik. Berikut beberapa pilihan jebakan fisik yang efektif untuk menangkap lalat pikat: Jebakan Lampu. Lampu jebakan dipilih secara khusus untuk menarik perhatian serangga pengganggu.
Selaintempat untut ternak bibit kroto atau budidaya kroto, kondisi kandang juga tidak kalah penting dalam budidaya kroto. bahan untuk kandang juga tidak boleh asal-asalanv, karena kandang adalah tempat yang digunakan dan kontak langgsung dengan semut rang-rang. Bahan untuk ternak kroto yang asal-asakan dapat membuat stes bahkan matinya semut rang-rang.
Didalam stup terdapat ruang untuk beberapa frame atau sisiran. Dengan sistem ini peternak dapat harus rajin memeriksa, menjaga dan membersihkan bagian-bagian stup seperti membersihkan dasar stup dari kotoran yang ada, mencegah semut/serangga masuk dengan memberi tatakan air di kaki stup dan mencegah masuknya binatang pengganggu. 2
Bahankimia digunakan di bidang pertanian, seperti pada. pupuk dan pestisida. Pupuk digunakan untuk menyuburkan. tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik, sedangkan. pestisida digunakan untuk mencegah dan membasmi hama. tanaman. a. Senyawa hidrokarbon dalam Pupuk.
Saatmenjemur, lakukan beberapa kali pembalikan agar pasir steril secara merata.Sebagian penangkar juga menggunakan lembaran kertas koran sebagai alas kandang. Ini boleh-boleh saja, tetapi Anda mesti rajin menggantinya setiap hari. Bak atau wadah untuk mandi burung murai selalu tersedia. Bak mandi harus sering dikontrol kebersihannya.
BeritaPeternakan - Frass atau kotoran serangga sedang dipelajari oleh peneliti untuk digunakan sebagai pestisida organik sebagai pengganti pestisida beracun.
. Berbagai Jenis Tanaman Pembasmi Serangga Pengganggu. Siapa yang gemar menanam tanaman namun kesal karena banyaknya serangga pengganggu? Eits, jangan khawatir! Berbagai jenis tanaman pembasmi serangga pengganggu yang akan kami sebutkan ini bisa jadi referensi Anda lho. Serangga pengganggu atau hama merupakan hewan yang sangat menyebalkan, kehadiran mereka menimbulkan dampak serius yang tidak bisa kita anggap enteng. Selain membuat Anda pusing dengan perilakunya, hama juga dapat merusak properti dan membawa penyakit dari luar, biasanya dengan menginfeksi makanan yang Anda makan. Walaupun tidak mudah mengatasi serangga tersebut, namun kami memiliki tips dan cara alami yang bisa Anda coba di rumah untuk menghilangkan serangga pengganggu dari dalam hunian Anda. Caranya cukup dengan menanam tanaman yang tidak disukai oleh serangga tersebut, berikut ini merupakan jenis tanaman pembasmi serangga pengganggu yang bisa Anda pilih untuk ditanam di hunian nyaman Anda. Kira-kira tanaman apa saja yang masuk kategori sebagai tanaman pembasmi serangga? Mau tau apa saja, mari simak langsung ulasannya dibawah ini; Berbagai jenis tanaman pembasmi serangga pengganggu Serai Anda mungkin sudah menggunakan obat nyamuk bakar untuk mengusir nyamuk. Namun cara tersebut bukanlah cara efektif untuk mengusir nyamuk. Untuk membasmi mereka, cobalah gunakan tanaman serai. Selain biasa digunakan sebagai bumbu dapur, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai tanaman pembasmi nyamuk dan serangga lainnya. Hal ini karena nyamuk dan serangga lainnya menghindari aroma varietas yang dihasilkan dari tanaman serai itu sendiri. 2. Marigold Marigold umumnya ditanam untuk mencegah berbagai jenis hama datang ke rumah, diantaranya berfungsi untuk mengusir tikus tanah. Tanaman dengan bunganya yang berwarna kuning cantik ini juga sering sekali menghiasi pekarangan rumah. Fungsi tanaman marigold didapat dari akarnya yang agresif dan mengeluarkan bau yang menyengat. Bau itulah yang tidak disukai oleh makhluk hidup yang berada di kebun, seperti serangga pengganggu 3. Krisan Tanaman kebun ini dapat membantu Anda mengusir kecoa, semut, kumbang, serta kutu dari dalam rumah Anda. Ekstrak dari bunga krisan inilah yang sebenarnya dapat membunuh banyak serangga. Bahkan, ekstrak bunga krisan merupakan salah satu bahan umum yang digunakan untuk produk insektisida. 4. Petunia Tanaman hias ini dapat tumbuh di tempat teduh dan perlu dilindungi dari angin. Petunia adalah salah satu jenis tanaman yang cukup populer. Selain bunganya yang cantik dan cerah, tanaman ini memiliki manfaat untuk mengusir serangga jahat seperti wereng, kutu daun, cacing gelang tomat, dan kumbang. 5. Lavender Lavender merupakan tanaman besar yang memiliki butuh ruangan cukup untuk menanamnya. Saat menanam lavender kalian harus beri jarak sekitar 60-90 sentimeter. Tanaman ini tidak suka dengan kontur tanah yang basah dan drainase buruk. Lavender berguna untuk mengusir lalat dan kutu rumah. 6. Mint Tanaman satu ini memiliki aroma yang kuat. Beberapa serangga tidak tahan dengan bau mint yang menyengat ini, diantaranya ialah, semut, nyamuk, dan tikus. Anda dapat menanamnya untuk mengusir hewan-hewan tersebut. 7. Chives Kutu daun, serta jenis kumbang dan lalat tertentu sangat tidak menyukai tanaman ini, maka dari itu jangan ragu untuk menanam tanaman ini di perkebunan atau taman Anda. 8. Rosemary Aroma rosemary yang kuat secara alami dapat mengusir lalat dan nyamuk dari hunian Anda. Rosemary merupakan tumbuhan paling baik untuk ditanam sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Selain dapat mengusir serangga dengan efektif, rosemary tetap terlihat cantik sebagai tanaman hias di rumah Anda. Itulah berbagai jenis tanaman pembasmi serangga pengganggu yang tentunya dapat Anda pilih sesuai selera Anda. Namun apabila cara tersebut terasa kurang efektif, Anda dapat menggunakan jasa Era-Pest. Era-Pest merupakan perusahaan jasa pengendali hama yang ada di Jabodetabek. Kami menyediakan berbagai layanan terbaik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda setiap harinya, mulai dari Pest Control Treatment yang bisa anda pilih untuk mengusir segala hama di rumah, lalu ada Rodent Control Treatment yang merupakan jasa pengendalian hama tikus dari rantainya, Termite Control Treatment yang bertujuan untuk mencegah serangan rayap. Selain itu Era-Pest menyediakan layanan Fumigasi yang mampu membasmi hama hingga ke sarangnya. Dapatkan Tips dan Trik Menarik Hanya di Sosial Media Kami
0% found this document useful 0 votes446 views13 pagesDescriptionbioekologi berbagai serangga pengganggu atau hama peternakan di indonesiaCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes446 views13 pagesBioekologi Berbagai Jenis Serangga Pengganggu Peternakan Di Indonesia Dan PengendaliannyaDescriptionbioekologi berbagai serangga pengganggu atau hama peternakan di indonesiaFull descriptionJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
JAKARTA, - Kehadiran serangga di rumah tentu bukanlah kabar baik dan pasti menimbulkan keresahan bagi penghuninya. Terlutama jika serangga-serangga tersebut membahayakan bagi kesehatan, bahkan menyebabkan alergi hingga gatal-gatal pada membasmi serangga pun berbeda-beda tergantung pada jenis dan habitatnya. Melansir dari Hunker, Jumat 16/7/2021 berikut hama yang hidup di dalam rumah dan cara membasminya. Baca juga Cara Mudah Menanam Daun Mint, Bisa Usir Serangga Sampai Tikus 1. Kecoak Kecoak sering dikaitkan dengan tempat yang kotor dan kurang higienis. Ia sangat mudah ditemukan di tempat-tempat lembab yang jarang terjamah seperti pada kabinet dapur dan tumpukan barang di gudang. Jenis serangga ini mampu bertahan hidup hingga seminggu tanpa kepala. Jika kamu menemukan kecoak di rumah, langkah awal yang harus dilakukan ialah membersihkan sangat menyukai remah-remah makanan, sehingga sebaiknya kamu membersihkan area yang dekat dengan sumber makanan seperti dapur dan area makan. Kamu juga bisa mengatur ulang isi kabinet dapur dan menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan untuk meminimalisir tempat bersembunyinya kecoa. Baca juga Catat, Serangga-serangga yang Bermanfaat di Halaman Rumah Namun, jika kamu masih menemukan banyak kecoa di rumahmu, kamu bisa menggunakan umpan kecoa lalu letakkan di tempat yang aman jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Kecoa akan memakan umpan beracun dan membawanya ke sarang, umpan jenis ini dapat membasmi kecoa sampai ke sarangnya. 2. Lalat Banyak sekali jenis lalat yang mengganggu seperti lalat buah, lalat hijau dan lalat rumah. Namun jenis lalat limbah seringkali ditemukan hidup dan berkembang biak di kamar mandi.
Perawatan tanduk pada ternak merupakan hal sepele, namun apabila tidak dilakukan dengan baik akan berakibat fatal. Sumber FotoDok Puslitbangnak AGRONET - Dalam dunia peternakan, sapi, kambing, dan sejenisnya, ada kalanya tanduk bisa menjadi hal yang berbahaya bagi peternak maupun ternaknya. Perawatan tanduk pada ternak memang merupakan hal sepele, namun apabila tidak dilakukan dengan baik akan berakibat beberapa ternak terkadang ditemukan tanduk yang tumbuh secara abnormal yang akan mengganggu. Pertumbuhan tanduk yang terlalu panjang dan tajam juga dapat melukai ternak lain yang berada dalam satu karena itu tujuan dari menghilangkan tanduk ialah untuk mengurangi bahaya saling menanduk antar ternak, menanduk peternak, dan mengurangi volume ukuran panjang seekor ternak di kandang. Tetapi untuk peternak yang memakai sistem kandang tunggal tidak perlu melakukan penghilangan mencegah terjadinya hal-hal buruk seperti di atas sebaiknya tanduk ternak yang masih muda dipotong atau dihilangkan. Pada dasaranya ada dua metode menghilangkan tanduk yaitu disbudding dan dehorning. Disbudding yaitu menghilangkan tanduk anakan hewan ternak dengan cara membakar calon tanduk. Sedangkan dehorning adalah memotong tanduk pada hewan ternak yang sudah dewasa. BERITA TERKAIT 1. DisbuddingAda dua cara untuk melakukan disbudding yaitu menggunakan bahan kimia atau besi panas. Penghilangan tanduk dapat dilakukan pada anakan ternak berumur 3-10 hari. Berikut cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan tanduk pada hewan ternak dengan metode Zat KimiaBahan kimia yang digunakan adalah kaustic soda dalam bentuk pasta atau batangan seperti lilin. Bahan kimia kaustik akan mencegah pertumbuhan tanduk pada tanduk baru lahir, kurang dari satu sampai tiga minggu usia anak sapi atau kambing. Kaustik ini merusak sel tanduk, sehingga tunas tanduk tidak bisa melindungi diri, kenakan sarung tangan ketika mengoleskan bahan kimia tersebut. Untuk melindungi anak kambing atau sapi, hindari aplikasi dekat matanya. Jangan gunakan kaustik saat cuaca hujan. cara ini sering dilakukan pada pedet sebelum umur 2 minggu 3-10 hari.Bersihkan atau gunting bulu disekitar tanduk, kemudian olesi dengan atau gosokkan kaustic soda pada dasar calon tanduk hingga muncul bintik-bintik darahMenggunakan Besi PanasCara penghilangan tanduk dengan menggunakan besi panas pun terbilang sama dengan menggunakan zat kimia. Besi dipanaskan dengan api maupun listrik, kemudian ditempel dan digosokkan pada calon di sekitar tanduk digunting bersih, dan cuci daerah tersebut dengan sabun, lalu keringkan dengan kapas besi dibakar dalam tungku lalu tempelkan bagian yang merah membara itu sehingga membakar kulit di sekitar tunas tanduk. Perlakukan ini dengan sangat cepat, usahakan hanya berlangsung sekitar 2 detik saja, jangan berlangsung lebih lama karena bisa merusak sel otak. Tunas tanduk yang benar-benar terbakar, mudah sekali terkelupas. Luka akibat pengelupasan diobati dengan bubuk antibiotika lalu kambingnya disuntik dengan obat tetanus antitoksin. Tunas tanduk yang tercabut, tak akan menumbuhkan tanduk tanduk dengan arus listrik dapat juga digunakan pada kambing atau sapi muda. Suatu cincin baja yang dipanaskan dengan listrik ditekankan pada dasar tanduk sehingga membakar jaringan di sekitarnya dan menahan pertumbuhan tanduk. cara ini hanya mematikan sebagian saja dari dasar tanduk itu dan kemudian tanduk masih tumbuh dalam wujud deformasi yang disebut DehorningUntuk pemotongan tanduk pada hewan ternak dewasa dehorning hanya ada satu cara yaitu dengan memakai gergaji karena tekstur dari tanduk yang sudah keras dan Gergaji Cara ini hanya dilakukan pada kambing atau sapi dewasa yang tanduknya sudah keras dan panjang. Caranya Ikat ternak dengan kuar agar tidak memberontak. Bulu di sekitar tanduk digunting bersih, dan cuci daerah tersebut dengan sabun, lalu keringkan dengan kapas tanduk dengan hati-hati, usahan hasilnya dilakukan dengan menyisakan pangkal tanduk 1-2 cara di atas harus dilakukan dengan hati-hati. Khusus untuk dua poin bagian disbudding, ketika sudah selesai melakukan proses pemotongan tanduk, peternak harus segera mengobati luka yang timbul akibat pemotongan tersebut. Jika didiamkan akan terjadi infeksi dan bisa membahayakan kesehatan ternak. 234
Pengendalian Serangga pengganggu pada Hewan Ternak Pada prinsipnya hama tidak dapat diberantas habis, kecuali di dalam suatu lokasi yang amat terbatas dan benar-benar terisolasi dari populasi-populasi lainnya. Oleh karena itu tidak digunakan istilah pemberantasan melainkan pengendalian hama. Jadi selama lapangan atau areal yang kita hadapi masih berupa lingkungan yang mempunyai hubungan bebas secara fisik, biologis serta sosial-ekonomis dengan lingkungan di sekitarnya, maka prinsip pengendalian adalah hanya menekan populasi hama sampai ke tingkat yang tidak membahayakan, tidak merugikan atau tidak merupakan gangguan bagi manusia. Cara-cara pengendalian hama pada hewan ternak dapt dilakukan secara fisik/ mekanik pengelolaan lingkungan, kimia insektisida, agen biotik musuh alami dan paduan dari cara-cara tersebut pengendalian terpadu. Cara-cara tersebut dapat dilakukan sepanjang hasilnya dapat efektif dan efisien tertuju kepada stadium hama yang paling rawan terhadap tindakan itu, mudah dilaksanakan, tidak memerlukan biaya terlalu besar, aman bagi manusia maupun makhluk bukan sasaran, serta dapat diterima oleh kalangan masyarakat. Selain itu perlu diingat bahwa bahwa tindakan ini tidak mengganggu kelestarian dan keseimbangan alam lingkungan yang bersangkutan, dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pemilihan cara pengendalian harus disesuaikan dengan spesies hama yang akan ditindak serta dengan situasi dan kondisi setempat. Sebagai contoh untuk suatu kandang ternak di lokasi lokasi tertentu akan lebih mudah dan efektif apabila yang dijadikan sasaran adalah stadium pradewasanya, misalnya jentik nyamuk atau belatung lalat. Untuk lokasi lainnya, mungkin hanya dewasanya saja atau keduaduanya dapat ditindak sekaligus ataupun bergantian. Tindakan sanitasi lingkungan serta pemasangan barier fisik seperti kawat kasa mungkin lebih tepat bagi peternakan tertentu. Urutan langkah pengendalian yang ideal adalah sebagai berikut Mengetahui identitas hama sasaran. Apakah hama yang akan dikendalikan, lalat, tungau, atau kutu dari jenis apa? Mengetahui sifat dan cara hidup bioekologi hama sasaran. Bagaimana daur hidup, habitat, waktu dan perilaku makan, waktu dan perilaku beristirahat, jarak terbang atau pemencarannya? Informasi ini penting untuk bahan penyusunan strategi pengendalian. Sebagai contoh habitat lalat pradewasa adalah tumpukan kotoran hewan, sampah, dan tempat-tempat pembusukan lainnya, maka sasaran pengendaliannya adalah dengan menghilangkan habitat yang disukai lalat. Memilih alternatif cara pengendalian. Apakah cara-cara selain penggunaan pestisida bisa dilakukan? Ataukan harus digunakan pestisida? Andaikan ada cara lain diterapkan lalu, diselang-seling dengan penggunaan pestisida dapat dilakukan? Untuk menjawab hal ini perlu monitoring populasi hama secara terus menerus, sehingga dapat dipilih apakah perlu menggunakan pestisida ataukah cukup dengan pengelolaan lingkungan atau keduanya. Memilih pestisida. Apabila keadaan mengharuskan penggunaan pestisida, maka yang harus diingat adalah kemungkinan terjadinya berbagai akibat samping seperti kemungkinan keracunan langsung pada ternak dan makhluk bukan-sasaran lainnya, pencemaran dan timbulnya resistensi pada populasi hama serangga sasaran setelah beberapa generasi. Golongan pestisida bermacam-macam dan masing-masing mempunyai target kerja terhadap serangga yang berbeda. Penggunaan yang terus menerus tidak terkendali dapat menimbulkan resistensi dan mengganngu ekosistem alam. Contoh insektisida yang saat ini banyak digunakan adalah golongan piretroid sintetik seperti sipermetrin, bifentrin, permetrin dll. Menentukan cara aplikasinya. Bagaimana cara aplikasi juga merupakan satu persoalan yang krusial. Di mana dilakukannya, kapan waktunya, dengan cara apa, formulasi mana yang paling tepat, serta siapa yang akan melakukannya. Cara-cara aplikasi yang dapat dilakukan untuk hama penggannggu di peternakan dan permukiman adalah space spraying penyemrotan ruang, residual spraying penyemprotan permukaan, baiting pengumpanan atau fumigasi. Sebagai contoh pada aplikasi space spray , waktu merupakan hal yang sangat penting. Karena bersifat nonresidual, maka penyemprotan harus dilakukan pada saat serangga sasaran dalam keadaan aktif. Jadi, kalau melihat pertimbangan-pertimbangan di atas maka pengendalian hama itu sebenarnya memerlukan latar belakang pengetahuan yang luas, tidak sekedar menyemprot tanpa tanggung jawab. Apabila urutan langkah ini dijalankan maka pengendalian hama akan terlaksana secara konsepsional sesuai dengan program integrated pest management. Masalah hama di lingkungan peternakan dan permukiman sesungguhnya merupakan hasil rekayasa manusia pemukimnya sendiri, dengan menyediakan tempattempat untuk perkembang-biakan, mencari makan dan untuk berisitirahat dan berlindung. Beberapa jenis serangga tertentu seperti lalat dan kecoa telah mengadaptasikan diri dengan kehidupan hean ternak dan manusia di lingkungan permukimannya. Oleh karena itu, cara pengendalian hama peternakan dan permukiman yang paling tepat adalah menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya, agar tidak dapat digunakan sebagai tempat berkembang biak, tempat mencari makan atau tempat berlindung dan bersembunyi. Ketika populasi hama sudah mencapai tingkat mengganggu, merugikan atau bahkan membahayakan terhadap ternak dan orang yang tinggal di sekitarnya, maka perlu ditindak dengan menggunakan pestisida tapi dengan penuh kehati-hatian.
untuk menghilangkan serangga pengganggu di kandang ternak digunakan